ATLET: TAK ADA JAMINAN MASA DEPAN

Belum adanya kepastian jaminan hidup sebagai atlet membuat banyak orang tua melarang keinginan anaknya yang ingin menjadi atlet. Untuk itu diperlukan komitmen pemerintah mendukung para atlet.

Demikian terangkum dalam pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dengan para Olympian, sebutan bagi peraih medali Olimpiade, di kantor Kemenpora, Jakarta, (20/7/2016).

“Para orang tua banyak yang tidak memperbolehkan anak-anaknya menjadi atlet, Itu karena para orang tua merasa masa depan menjadi atlet tidak ada jaminan” curahan hati salah satu atlet legendaris Indonesia, Susi Susanti.

Kondisi ini ditanggapi Menpora Imam Nahrawi dengan merubah kebijakan pemberian penghargaan kepada atlit berprestasi. Selama menjabat, Nahrawi berkomitmen merubah pemberian jaminan dan bonus atlet. Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi perjuangan para atlet membela Indonesia di dunia internasional.

“Anda semua sudah membuat Indonesia bangga. Dengan kerja keras dan jerih payah yang sudah ditorehkan untuk bangsa Indonesia sudah seharusnya diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Dan itu adalah tugas dan tanggung jawab untuk pemerintah” tutur Menpora dihadapan para Olympian.

Menyinggung kesiapan tim Indonesia di Olimpiade Brasil bulan depan, Menpora berharap prestasi olympian menjadi acuan para atlit yang berjuang nantinya.

“Sebuah negara dapat berdiri sejajar itu dapat dinilai juga dari hasil prestasi olahraganya. Kita semua berharap untuk adik-adik yang sekarang sedang berjuang untuk Olympiade Rio De Janeiro, dapat meraih prestasi yang terbaik seperti apa yang sudah dihasilkan oleh anda semua” ucap Imam Nahrawi.

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *