PENGHARGAAN FILM

FILM-FILM INI DAPAT PENGHARGAAN DARI PEMERINTAH

Pemerintah Beri Penghargaan Kepada Karya Film Anak Bangsa
Manado, Kemendikbud — Sebagai wujud memberikan Apresiasi kepada karya film anak bangsa, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penghargaan berupa Piala Dewantara pada Malam Anugerah Apresiasi Film Indonesia (AFI). Malam anugerah tersebut diselenggarakan di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu (08/10/2016),
“Pemberian penghargaan anugerah AFI diberikan kepada insan film yang telah berhasil meningkatkan standar etis, moral, estetis dan artistik karya film yang membangun karekter bangsa, serta menunjukan keluhuran budaya Indonesia di mata dunia,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pada Malam Anugerah AFI tahun 2016.
AFI tahun 2016 mengangkat tema “Nilai budaya, kearifan lokal dan pembangunan karakter bangsa”. Dengan tema tersebut Mendikbud menilai bahwa film produksi anak bangsa perlu dikembangkan juga selain sebagai konsumsi lokal Indonesia diharapkan dapat menembus kiprahnya di dunia Internasional. “Ini merupakan potensi yang sangat luar biasa, sehingga dengan kemampuan yang ada tinggal mengoptimalkan kreativitas dan inovasi. Dengan begitu perfilman Indonesia dapat diperhitungkan di dalam negeri maupun di luar negeri,” tambah Mendikbud.
AFI tahun ini tebagi menjadi 21 kategori, yakni 10 kategori Umum, 9 Kategori khusus, serta 2 penghargaan inspiratif. Dari ketegori umum tersebut, telah mendaftar 276 film Indonesia dengan 246 film yang lolos seleksi. Nominasi masing-masing di setiap kategori telah ditetapkan oleh Dewan Juri sebagai berikut:
Penghargaan Khusus:
1. Kategori Apresiasi Program Film, penghargaan diberikan kepada “Layar Perak (Program Metro TV)”.
2. Kategori Apresiasi Kritik Film, penghargaan diberikan kepada “Hikmat Darmawan”.
3. Kategori Apresiasi Lembaga Pendidikan, penghargaan diberikan kepada Universitas Multimedia Nusantara, Serpong.
4. Kategori Apresiasi Komunitas, penghargaan diberikan kepada “Sumbawa Cinema Society”.
5. Kategori Apresiasi Asosiasi, penghargaan diberikan kepada Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi).
6. Kategori Apresiasi Pemerintah Daerah, penghargaan diberikan kepada Daerah Istimewa Yogyakarta.
7. Kategori Apresiasi Trailer Film, penghargaan diberikan kepada “Ach…Aku Jatuh Cinta”.
8. Kategori Apresiasi Poster Film, penghargaan diberikan kepada “Ada Apa dengan Cinta 2”.
9. Kategori Apresiasi Festival Film, penghargaan diberikan kepada “Jogya-Netpac Asian Fim Festival”.
Penghargaan Utama:
1. Kategori Film Panjang Bioskop yang dibacakan langsung oleh Mendikbud, penghargaan diberikan kepada “Salawaku”.
2. Kategori Apresiasi Film Pendek Mahasiswa yang dibacakan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, penghargaan diberikan kepada “Emak”.
3. Kategori Apresiasi Film Anak, penghargaan diberikan kepada “Amarta”.
4. Kategori Apresiasi Film Animasi Pelajar dan Mahasiswa, penghargaan diberikan kepada “Lakuna”.
5. Kategori Apresiasi Film Animasi Umum, penghargaan diberikan kepada “Timun Mas”.
6. Kategori Apresiasi Film Dokumenter Pelajar dan Mahasiswa, penghargaan diberikan kepada “Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!”.
7. Kategori Apresiasi Film Dokumenter Umum, penghargaan diberikan kepada “Pantja Sila: Cita-cita dan Realita”.
8. Kategori Apresiasi Film Pendek Pelajar, penghargaan diberikan kepada “Izinkan Saya Menikahinya”.
9. Kategori Apresiasi Film Pendek Umum, penghargaan diberikan kepada “Pangreh”.
10. Kategori Apresiasi Film Panjang Non Bioskop, penghargaan diberikan kepada “Istirahatlah Kata-kata”.
Penghargaan Inspriratif:
1. Kategori Apresiasi Adi Karya (life time achievement untuk kategori karya film), penghargaan diberikan kepada “Si Mamad”.
2. Kategori Apresiasi Adi Insani (life time achievement untuk kategori Insan Film), penghargaan diberikan kepada Hartanto.
Pada kesempatan ini Mendikbud mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan AFI tahun 2016, serta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi aktif dalam menyukseskan pemberian penghargaan kepada insan perfilman berprestasi. “Selamat kepada para pemenang yang terpilih, terus berkarya untuk film Indonesia,” pesan Mendikbud.
Terlihat turut hadir dalam Malam Anugerah AFI tahun 2016, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw, berserta jajaran pejabat Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud Maman Wijaya, serta beberapa pejabat eselon dua di Sekretariat Jenderal Kemendikbud.
Perjalanan AFI 2016
AFI tahun ini memasuki tahun ke 5 (lima), penyelenggaraan pertama Tahun 2012 di Sentul, Bogor Jawa Barat. Penyelenggaraan kedua Tahun 2013 dilaksanakan di Senayan Jakarta, penyelenggaraan ketiga Tahun 2014 diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara. Penyelenggaraan keempat di Tahun 2015 dilaksanakan di DI. Yogjakarta, serta di tahun 2016 penyelenggaraan kelima dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara.
Penyelenggaraan AFI tahun ini, ketua panitia pelaksananya adalah Donny Damara. Selain itu terdapat lima tim seleksi, yakni Lulu Ratna sebagai Ketua Tim Seleksi, dan anggotanya adalah Devie Rahmawati, Dewi Huges, Adrian Jonathan, Perdana Kartawiyudha. Selanjutnya untuk dewan juri terdiri dari 11 orang, yakni Tommy F Awuy sebagai ketua dewan juri, dengan 10 orang anggota dewan juri, yaitu Chandra Endroputro, Dimas Jayasrana, Embi C Noer, Dewi Umaya, Lasja F. Susatyo, Lukman Sardi, Ratih Ibrahim, Tio Pakusadewo, Totot Indrarto, dan Yan Widjaja.
Dalam persiapan menjelang Malam ANugerah AFI 2016, dilakukan beberapa rangkaian kegiatan aktivasi, yakni Zona AFI yang ditujukan kepada masyarakat umum secara gratis, serta Pawai Artis mengelilingi kota dengan starting point dari salah satu ikon kota Manado yaitu Jembatan Soekarno.
Apresiasi Film Indonesia tahun 2016 diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI, dengan berkoordinasi bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI), serta bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
SUMBER:
siaran pers KEMDIKBUD

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *