BERBEKAL PATUNGAN KOATCI JADI PESERTA FORNAS BANJARMASIN 2017

Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas)  kembali di gelar, kalli ini banjar masin yang didapuk menjadi Tuan rumah dalam penyelenggaraan bagi para pelaku olah raga tradisonal ini.

Meski jauh , Bandung  Barat mesti berbangga karena KOATCI ( Komunitas Olah Raga Tradisional Cikalong Wetan) yang untuk kesekian kalinya ikut andil dalam event-event besar, dan kali ini menjadi salah satu peserta dalam ajang FORNAS Banjarmasin 2017.

FORNAS sendiri akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 22 Oktober 2017. Beberapa cabang yang di ikuti oleh KOATCI adalah Cabor Hadangan, Egrang, Sumpit, Streetsoccer, Bola Sundul, Benjang, dan tarik Tambang. Dengan total yang berangkat 30 orang, yang diantarany SMAN 1 Cikalong Wetan, SMK Gema Nusantara 5 Cikalongwetan serta Anggota KOATCI lainnya.

KOATCI sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata, beberapa prestasi pernah diraih dalam berbagai ajang, diantaranya, Juara 3 Egrang putra, Juara 1 Hadang Putra pada Festival Olah Raga Tradisional tingkat Internasional (Tafisa World Sport), 16 Besar kejuaraan Streetsoccer Pelajar dunia (Tafisa) hingga menjadi Juara Umum Olimpiade Olah Raga tradisional UNPAD  tingkat Nasional Tahun 2017.

 

Ketua Komunitas Olah Raga Tradisional Cikalong Wetan, Agus Nurjaman mengatakan, tidak mudah untuk ikut serta dalam ajang Fornas karena membutuhkan banyak tenaga dan biaya. “ anggaran biaya kurang lebih sekitar 60 juta, dan sebagian besar itu dari tabungan para anggota, subsidi dari sekolah yang terlibat dan kas yang terkumpul saat mendapat  prestasi di berbagai ajang” Ujar Agus.

Menurut Agus Nurjaman, “event FORNAS Banjarmasin merupakan sarana bagi para pencinta olah raga tradisional untuk memprlihatkan eksistensi nyata bahwa generasi muda (masyarakat) masih menghargai dan menjaga nilai-nilai tradisi” pungkasnya.

KOATCI didirikan pada tanggal 19 Agustus 2016 dengan motto Hade hate hade gawe (Hati Baik, Kerja Baik) , dengan harapannya dengan hadirnya KOATCI  semakin banyak generasi muda yang mencintai dan mau “ngamumule” (melestarikan) olah raga tradisional.

Lebih jauh, Agus berharap pemerintah bisa ikut andil dalam memperhatikan olah raga Nasional baik berupa dukungan atau seringnya diadakan event-event olah raga tradisional. Sehingga olah raga tradisional semakin dikenal dan tidak hilang. (rmln/mpi)

 

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *